Meditasi Menjelang Tidur

Banyak cara bagi seseorang agar bisa tidur dengan cepat dan nyenyak. Ada yang mengikuti anjuran Nabi Muhammad Saw. dengan posisi miring ke arah kanan. Adapula bagi yang gemar membaca justru menganjurkan untuk membaca agar cepat ngantuk kemudian terlelap. Cara kedua ini saya akui memang terlalu manjur untuk tidak dilakukan bagi orang yang sulit tidur karena tantangan utama orang membaca adalah ngantuk.

Saya hanya ingin mengajak untuk bersama mengamati dan mencermati kebiasaan yang sering kita lakukan dengan suka rela. Melakukan hal yang kita sukai, sebenarnya menjadi jalan utama kebahagiaan. Siapa yang tidak bahagia melakukan hal yang sangat disukai. Saya kira tidak ada. Semua akan melakukan hal yang disukai dengan senang hati.

Mari kita bertanya pada diri lebih dalam. Benarkah, saat melakukan hal disukai diri ini akan bahagia? Tentu, harus kita batasi apa yang dimaksud bahagia di sini. Maksud bahagia di sini adalah keadaan diri yang sudah tidak bisa dipengaruhi oleh hal-hal di luar diri.

Masih bingung? Begini, sederhanya akan saya contohkan dengan pengenalan antara bahagia dan senang. Bayangkan saja diri ini sekarang lagi tertawa karena ada hal yang dianggap lucu, kemudian tiba-tiba menangis karena baru mendengar ada berita duka. Dalam kejadian tersebut kita bisa dalam keadaan senang dan sedih. Tapi, juga dalam keduanya kita menjadi diri yang bahagia. Semakin bingung dengan penjelasan ini, saya semakin sukses membuat pembaca tidak bahagia.

Di atas sudah dijelaskan bahwa bahagia itu ketika diri ini merdeka. Tidak bisa dipengaruhi oleh di luar diri. Jadi, ketika kita tertawa dan tidak sadar bahwa kita tertawa. Maka, saat itu kita tidak bisa dikatakan sedang bahagia, melainkan kita sedang senang. Begitu juga ketika kita sedang menangis dan tidak ada bagian diri yang sadar bahwa diri ini sedang menangis, berarti kita sedang sedih. Jadi, bahagia itu melampaui rasa yang kita alami. Ketika saat tertawa atau saat menangispun kita bisa tetap dalam keadaan bahagia.

Sudah bahagia sekarang? Oke, kita kembali pada tujuan dari tulisan ini yaitu, meditasi menjelang tidur. Meditasi menjelang tidur ini bukan teori yang berdasarkan buku atau kitab kuno. Meditasi kali ini hanya meditasi gaya saya ketika menjelang tidur. Berikut beberapa hal yang saya lakukan menjelang tidur. Bisa dicontoh dan bisa pula tidak, sudah menjadi pribadi yang bahagia bukan?

Telentang. Posisikan tubuh senyaman mungkin. Bagi saya, posisi yang sering saya lakukan adalah telentang. Telentang dengan tangan ke atas kepala dan kaki sedikit mekar seperti posisi bayi tidur (duh, jeleknya posisi saya saat tidur). Bagi yang sudah biasa mengikuti anjuran Nabi Muhammad Saw. dengan miring ke arah kanan tidak masalah. Saat posisi sudah nyaman dan enak. Pasrahkan diri dengan cara melemaskan otot-otot fisik dan otot-otot pikiran. Lepaskan semua beban yang sudah dilakukan seharian.

Sadar Nafas. Setelah posisi badan sudah nyaman. Pelan-pelan sadari keluar masuknya udara dari hidung. Sadari hembusan nafas dengan pelan-pelan. Jangan berusaha mengatur nafas. Cukup amati saja keluar masuk hembusan itu.

Mendengarkan detak jantung. Saat kita menyadari keluar masuknya nafas. Semua yang selama ini jarang terdengar akan terdengar dengan begitu keras. Ada denting jam, ada detak jantung, ada denyut nadi, dan ada lagi yang selalu menghegemoni kita setiap saat yaitu, pikiran. Awalnya, semua itu seolah-olah tidak ada dan baru kali ini sangat terasa.

Mengamati. Saat diri sudah melakukan hal di atas. Mari amati, harapkan, maafkan, lalu ucapkan “aku mencintaimu”.

Sungguh enak saat diri melakukan hal-hal di atas. Diri hadir di sini dan saat ini. Tidak khawatir terhadap masa depan dan tidak dihantui oleh masa lalu. Saat seperti inilah kita dalam keadaan bahagia.

Selamat berdiam mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *