Bulan: Oktober 2018

Fiksi Mini

Tauhid

“Pengakuan yang diawali pengingkaran,” igaumu saat itu.

Read More
Esai

Ruang Kreativitas

Perkembangan zaman tidak terelakkan, siapa yang tidak mengikuti niscaya akan tertinggal. Hal itu menjadi hukum alam yang sudah berlaku sejak dulu. Namun, mengikuti perkembangan tanpa memegang teguh prinsip kebudayaan, maka perkembangannya entah mengarah ke mana. Semua aspek kehidupan memang dituntut untuk mengikuti perkembangan itu. Termasuk aspek kesenian. Aspek kreativitas berkesenian itu, Semarang sudah memulainya. Saya […]

Read More
Fiksi Mini

Guru

Anak-anak, banyaklah membaca karena buku adalah jendela dunia. “Bu, kalau pintu dunia apa?” Tanya Dodi. ???[]{}#%^*+=

Read More
Fiksi Mini

Anak Jujur

“Ibu ada?” “Kata ibu, aku disuruh bilang gak ada.”

Read More
Fiksi Mini

Menertawakan Kesalahan

Aku terus tertawa terbahak-bahak melihat tingkah konyol orang itu. Kemudian, kuhampiri dan kubisiki pelan-pelan sambil mendekatkan mukaku pada mukanya sampai wajah kami dipersatukan cermin.

Read More
Perjalanan

Memutar kenangan

Kereta mulai bergerak membawa badan-badan penumpang yang sudah duduk di kursi masing-masing, begitu pula saya. Tiga kuris di samping dan di depan saya kosong karena penumpangnya batal berangkat. Seperti itulah jalannya rejeki, tiket sudah dibeli tapi batal dimanfaatkan. Sepintas seolah hanya memberi uang pada pihak KAI. Setiap kali naik kereta jalur utara (Pasarturi Surabaya) selepas […]

Read More
Fiksi Mini

Rawon Setan

“Mas, pesan ya.” Setelah semua disajikan, mereka langsung makan dengan lahap. “Loh, Mas. Kok hanya nasi dan rawon, setannya mana?” ?!@#^&*()???

Read More
Fiksi Mini

Keinginan

“Aku ingin ini, itu, dan banyak sekali.” “Bukannya kamu hanya diminta untuk kembali dengan jiwa yang tenang?” Lalu keduanya hening.

Read More
Fiksi Mini

Kemenangan Hoaks

Semua membenci hoaks, kecuali yang membuat. “Ada lagi, pihak yang tidak pernah belajar apa itu hoaks.”

Read More
Resensi

Kita Tidak Memiliki Tuhan, Kita Dimiliki Tuhan

Membaca novel “Layla, Setribu Malam Tanpamu” sama halnya bertatap muka dan berbincang-bincang dengan penulis langsung. Candra Malik adalah sufi yang membumi. Ajaran tasawuf terlihat eksklusif dan hanya sebagian kecil orang yang mempelajari karena dianggap berat dan bersifat langit (sulit dijangkau pikiran). Namun, bagi Candra Malik beda lagi. Pelaku sufi kelahiran Solo ini membumikan tasawuf dalam […]

Read More